Jenis-Jenis Permainan Anak Yang mendidik, Orangtua Wajib Tahu

Bermain merupakan salah satu cara efektif bagi anak untuk belajar. Pada usia emas tumbuh kembangnya ini para orangtua bisa memanfaatkannya dengan memperkenalkan jenis-jenis permainan anak yang mendidik.

Di era digital seperti saat ini sudah lazim kita lihat anak-anak asyik bermain dengan gadget. Namun anda harus betul-betul mengawasi dan memberi batasan kepada anak terhadap gadget mereka. Ada banyak sekali konten-konten dewasa yang tidak sepantasnya dikonsumsi oleh anak-anak anda.

Di dalam gadget mungkin yang anda tahu hanya terinstal game atau aplikasi yang dikhususkan untuk anak-anak. Terlebih jika yang diinstal aplikasi gratisan, saat dibuka akan muncul iklan-iklan yang isinya bisa saja konten-konten yang tidak mendidik. Hal itulah yang tidak bisa kita kontrol.

Alangkah baiknya anda mulai memperkenalkan jenis permainan anak yang mendidik. Permainan yang bukan hanya mengandalkan interaksi satu arah, tetapi ada nilai-nilai dan pesan positif yang terkandung dalam sebuah permainan tersebut.

Lantas apa saja jenis-jenis permainan anak yang mendidik tersebut, berikut ulasannya.

Permainan Anak yang Melatih Ketangkasan dan Olah Fisik

Masa anak-anak adalah masa tumbuh kembang. Untuk lebih mengasah kemampuan motorik, mereka memang harus aktif dan bergerak. Hal ini bagus untuk melatih fisik dan ketangkasan mereka.

Dibawah ini adalah jenis-jenis permainan tradisional yang selain asyik juga akan melatih ketangkasan sekaligus menyehatkan.

1. Lompat Tali

Lompat tali sering dicap sebagai permainan anak perempuan karena memang permainan ini seringnya dimainkan oleh anak perempuan. Permainan ini mampu melatih ketangkasan sekaligus sambil berolah raga.

Permainan ini mirip dengan olahraga lompat tinggi. Yang membedakan adalah galah sebagai batas lompatan terbuat dari gelang karet yang dirangkai panjang menyerupai rantai karet. Rantai karet ini nantinya berfungsi sebagai tali lompat.

Syarat memainkan permainan ini harus dimainkan oleh minimal 3 orang. Cara memainkanya cukup mudah dua orang berdiri berhadapan dengan masing-masing memegang ujung tali. Satu orang berada di tengah. Ketika dua orang yang memegang tali memutar tali dengan cara mengayun, maka orang yang berada di tengah-tengah harus melompat. Agar semua mendapat giliran melompat maka harus bergantian.

2. Engklek

Di setiap daerah, permainan ini memiliki nama masing-masing. Ada yang menyebutnya dengan istilah dengklek, pandah atau ingkling. Permainan ini dimainkan dengan cara bergantian. Cara mainnya dengan membuat garis berbentuk kotak-kotak di tanah atau dengan kapur jika dimainkan dilantai.

Pertama-tama buatlah tiga kotak yang disusun ke atas. Kemudian diatasnya buatlah dua kotak menyamping kiri dan kanan. Diatas dua kotak tadi buatlah satu kotak di tengah sejajar dengan tiga kotak pertama dan diatasnya buatlah dua kotak menyampin kiri dan kanan. Lalu di atas kotak terakhir buatlah setengah lingkaran.

Setelah selesai, para pemain harus melompat secara berurutan ke dalam kotak-kotak tersebut. Namun sebelum melompat, terlebih dahulu mereka harus melempar lempengan ke dalam kotak. Lempengan tersebut biasanya berwujud pecahan genteng. Lempengan tersebut harus dilempar sesuai urutan kotak.

Kotak yang ada lepenganya harus dilompati. Jika yang akan dilompati satu kotak, maka kaki yang mendarat ke dalam kotak tersebut harus dengan satu kaki dan jika yang akan dilompati adalah dua kotak, maka harus mendarat dengan dua kaki.

Permainan Anak yang Melatih Kerjasama dan Kekompakan

Bukan hanya menyenangkan untuk dimainkan, permainan ini akan melatih mereka untuk memahami arti sebuah kerjasama dan kekompakan.

1. Gobak Sodor

Permainan ini juga memiliki istilah masing-masing di tiap daerah, ada yang menyebutnya gasin atau galah asin. Seperti halnya petak umpet, permainan ini lebih seru jika dimainkan secara beramai-ramai.

Sebelum memainkan permainan ini, bentuklah dua tim. Masing-masing tim bisa beranggotakan tiga hingga lima anak. Buatlah garis pembatas berupa segi empat yang dibagi menjadi enam bagian atau kotak dengan susunan lebar dua kotak dan panjang tiga kotak.

Masing-masing tim akan menjadi tim penjaga dan tim penyerang. Tim penjaga bertugas menjaga garis dan menghalang-halangi tim penyerang agar tidak melewati garis.

Tim penyerang harus mampu melewati garis menuju ke kotak terakhir dan kembali lagi ke kotak depan dengan hadangan dari tim penjaga. Jika semua anggota tim penyerang berhasil melewati garis dan mampu kembali ke kotak depan, maka tim penyerang akan menjadi pemenang.

2. Ular Naga

Jika ketiga permainan diatas menggunakan alat bantu, maka permainan ular naga tidak menggunakan alat bantu apapun. Permainan ini semakin menyenangkan karena dimainkan sambil bernyanyi dengan judul lagu yang sama dengan nama permainannya.

Semakin banyak anak yang ikut bermain akan semakin menyenangkan, karena ular naga akan semakin panjang. Pasti seru kan.

Cara bermain ular naga sederhana. Dua orang anak akan bertugas menjadi semacam pintu terowongan dengan cara mereka berdiri berhadap-hadapan sambil menggandengkan tangan mereka ke atas. Terowongan ini nantinya akan digunakan oleh ular naga untuk lewat.

Anak-anak yang lain akan menjadi ular naga dengan cara berbaris sambil memegang pundak teman mereka didepannya. Setelah barisan tersusun kemudian mereka berjalan bersama sambil masuk ke terowongan.

Ular naga mulai berjalan melewati terowongan diiringi dengan menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu berakhir maka akan ada satu anak yang ada di dalam tengah terowongan dan anak tersebut akan terperangkap oleh dua orang yang berdiri sebagai terowongan. Anak yang terperangkap harus memilih akan berada dipihak salah satu anak yang berdiri sebagai terowongan lalu ia berdiri dibelakangnya. Begitu seterusnya sampai ular naga tersebut habis.

Permainan Anak yang Melatih Strategi

Permainan ini akan melatih anak berpikir dan menemukan sebuah strategi untuk memenangkan permainan.

1. Petak Umpet

Permainan ini akan lebih asyik jika dimainkan oleh banyak orang. Aturan mainnya adalah satu orang bertugas sebagai penjaga dan yang lainnya berpencar mencari persembunyian agar tidak diketahui oleh penjaga.

Permainan ini diawali dengan satu orang penjaga yang menutup matanya dengan durasi waktu tertentu, biasanya hitungan mundur mulai dari 10 sampai 1. Saat penjaga menghitung, teman-teman yang lain berpencar mencari tempat persembunyian. Saat penjaga selesai menghitung dan membuka matanya, ia harus berusaha mencari temen-temannya yang bersembunyi.

Bagi mereka yang bersembunyi, maka supaya tidak dapat diketahui oleh penjaga, mereka harus pandai-pandai mencari tempat persembunyian yang sulit untuk ditemukan.

Setelah penjaga berhasil menemukan anak-anak yang bersembunyi. Maka anak-anak yang tertangkap tadi akan melakukan undian, biasanya diundi melalui hompimpa atau suit dan yang kalah akan mendapat giliran jaga.

2. Congklak

Permainan congklak sering juga disebut dengan istilah dakon. Ini merupakan jenis permainan tradisional yang sudah ada sejak jaman dahulu. Permainan yang dimainkan oleh dua orang ini sangat medidik karena melatih anak untuk berpikir strategi agar ia bisa menang.

Media untuk memainkan permainan ini ya dakon atau congklak itu sendiri serta biji untuk mengisi lubang. Jaman dahulu, dakon atau congklak terbuat dari papan kayu yang memiliki lubang sebanyak 16 lubang. 14 lubang berukuran kecil berupa 7 buah lubang sejajar yang saling berhadapan dan 2 lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar masing masing terletak di ujung kiri dan kanan 14 lubang tadi. Untuk isian lubang biasanya adalah biji buah sawo.

Ini merupakan sebuah pertandingan satu lawan satu. Cara memainkannya pertama-tama masing-masing lubang yang berukuran kecil diisi 7 buah biji. Salah satu pemain memulai pertandingan dengan mengambil 7 biji dari salah satu lubang dihadapannya. Taruh biji tersebut satu persatu kedalam lubang disebelahnya, searah jarum jam sampai habis.

Jika kebetulan pada saat biji tersebut habis di lubang milik sendiri yang kosong, maka pemain tersebut berhak mengambil biji pada lubang milik lawan di depannya. Biji tersebut kemudian diletakkan di lubang besar miliknya. Namun jika berhentinya di lubang lawan yang kosong, maka pemain itu tak mendapatkan apa-apa.

Setelah itu, giliran pemain lawan yang akan bermain dengan cara yang sama. Permainan ini akan dianggap selesai jika sudah tidak ada lagi biji yang tersisa di lubang-lubang kecil. Yang akan menjadi pemenangnya adalah dia yang memiliki biji paling banyak yang terkumpul di lubang besar.

Beginilah Dampak Jika Anak Diasuh Oleh Nenek Dan Kakek

Bagaimana dampaknya jika anak diasuh oleh nenek dan kakeknya, apa benar jika nantinya anak akan tumbuh menjadi anak yang manja? Untuk lebih jelasnya simak penjelasanya berikut.

Ketika Suami Istri Sibuk Bekerja

Perubahan zaman yang begitu cepat telah merubah pola hidup, budaya dan norma-norma yang ada di masyarakat. Seiring dengan perubahan tersebut kenaikan akan pemenuhan kebutuhan hidup juga terus bertambah.

Akibatnya banyak pos-pos pengeluaran yang jika ditotal justru lebih besar dari pemasukan. Jika penghasilan dari suami dirasa kurang memenuhi kebutuhan hidup, tak jarang saat ini para istri juga ikut terjun dalam dunia kerja.

Alih Fungsi Dalam Mengasuh Anak

Pada masa lalu khususnya di lingkungan keluarga tradisional, para ibu mutlak menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga yang tugas utamanya mengasuh anak. Di masa kini tatkala para ibu juga ikut bekerja menjadi penyangga ekonomi keluarga, tugas ibu dalam mengasuh anak mulai terjadi pergeseran.

Karena tuntutan kesibukan dalam bekerja, para ibu masa kini menyerahkan tugas mengasuh anak kepada baby sitter, sebagian lagi menitipkan di tempat penitipan anak atau daycare. Sementara beberapa ibu lain lebih mempercayakan pengasuhan anak kepada kedua orang tua mereka atau nenek dan kakek nya anak-anak.

Dampak Anak Diasuh Oleh Nenek Dan Kakek

Fenomena menitipkan anak kepada nenek dan kakek sering kita temui di wilayah urban atau perkotaan. Lantas bagaimana dampak anak diasuh oleh nenek dan kakek mereka? Berikut pemaparanya.

Dampak Positif

1. Bantuan secara financial

Tidak dapat dipungkiri dengan peran serta nenek dan kakek dalam mengasuh cucu-cucunya, hal tersebut telah memberikan anda penghematan secara financial. Jika dibandingkan dengan anda mempekerjakan baby sitter atau menitipkan anak anda ke daycare. Namun tentu saja bukan itu semata-mata tujuan utamanya.

2. Anak diasuh oleh orang yang bisa dipercaya

Sebagian orang tua masih memiliki rasa kekhawatiran jika buah hati kesayangan mereka diasuh oleh orang yang salah. Munculnya berita perihal kasus penganiayaan anak oleh pengasuh nya semakin menambah kekhawatiran para orang tua. Namun tidak demikian jika anak diasuh langsung oleh nenek dan kakek nya. Ikatan darah dan ikatan keluarga memunculkan rasa aman dan percaya jika anak diasuh oleh orang yang 1000% tepat.

3. Membahagiakan orang tua anda

Membahagiakan orang tua bukan hanya dengan memberikan materi. Yang lebih mereka butuhkan adalah perhatian. Ketika seseorang memasuki masa tua, rasa sepi dan sendiri akan semakin mereka rasakan. Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit orang-orang yang pernah dekat dengan mereka akan pergi. Mulai dari ditinggalkan anak-anak yang beranjak dewasa karena harus bekerja atau menikah, hingga kehilangan teman-teman kerja karena sudah tidak aktif bekerja atau pensiun.

Dengan kehadiran cucu dari anak-anak mereka, hal tersebut dapat menjadi obat pelipur lara disaat mereka merasakan kesepian. Suara riang dan canda tawa sang cucu akan meramaikan seisi rumah yang tadinya sepi. Kebahagiaan yang mereka rasakan akan mampu membangkitkan gairah dan semangat hidup mereka.

4. Anak belajar bersosialisasi

Biasanya ketika anak anda diasuh oleh nenek dan kakeknya, di rumah nenek juga terdapat anggota keluarga lain. Bisa saja paman, bibi, kemenakan atau cucu-cucu yang lain. Kehadiran anggota keluarga lain akan membuat anak belajar bersosialisasi.

Hal ini tentu saja sangat baik dampaknya bagi tumbuh kembang sang anak. Anak akan gampang bergaul, supel dan saling interaksi dengan anggota keluarga lain akan membuatnya belajar tentang bagaimana cara bersosialisasi.

5. Anak akan lebih tumbuh dewasa

Beberapa anak yang diasuh oleh nenek dan kakek mereka ternyata mampu tumbuh lebih dewasa. Hal ini bisa terjadi karena nenek dan kakek sering memberikan mereka nasehat yang mungkin lebih mereka dengar daripada nasehat dari orang tua mereka.

6. Anak belajar bersikap bijaksana

Bagaimanapun, nenek dan kakek adalah orang tua dari ayah dan ibu mereka. Tentu saja secara pengalaman dalam hal mendidik atau mengasuh mereka lebih berpengalaman. Pengalaman-pengalaman itulah yang akan membuat nenek dan kakek lebih bijaksana.

7. Anak lebih ceria

Ketika anak bersama dengan nenek dan kakek mereka, biasanya mereka mendapatkan hal-hal yang lebih jika dibandingkan saat mereka bersama dengan orang tua mereka sendiri. Hal yang lebih itu bisa berupa kebebasan dalam bermain atau aturan yang fleksibel. Hal-hal itulah yang membuat anak lebih ceria.

Dampak Negatif

1. Anak lebih manja

Sifat manja anak bisa saja muncul ketika anak sering diasuh oleh nenek dan kakek nya. Hal tersebut dapat terjadi karena anak merasa sering mendapat pembelaan dari nenek dan kakeknya, apalagi jika ini anak yang pertama.

2. Minder dan malu

Perasaan minder atau malu bisa muncul karena anak anda disekolah mungkin saja memperhatikan jika anak lain datang ke sekolah dengan diantar oleh ayah atau ibu mereka sementara mereka tidak.

3. Ingin merasa diperhatikan

Salah satu sifat anak adalah ingin selalu merasa diperhatikan. Saat mereka membutuhkannya namun orang tua tidak ada dan yang ada hanya nenek dan kakek maka itu yang akan mereka cari dan dapatkan. Mereka akan merasa seperti mendapat pengawalan yang selalu siap sedia menjaga mereka.

4. Anak suka membantah

Hal ini dapat terjadi pada saat anak yang diasuh oleh nenek dan kakek kembali lagi ke rumah bersama orang tua mereka, mereka merasakan suasana yang berbeda. Apa yang tadinya tidak dilarang dilakukan saat bersama nenek dan kakek kini sudah tidak bisa lagi.

5. Banyak mintanya

Agar Pola Asuh Anak Oleh Nenek dan Kakek Berkualitas

Meskipun ada dampak buruk yang mungkin saja ditimbulkan dari anak yang diasuh oleh nenek dan kakeknya, namun hal tersebut dapat diminimalisir. Peran serta orang tua tidak boleh lepas begitu saja.

Buatlah kesepakatan bersama, namun dengan bahasa dan tutur kata yang lembut dan jangan sampai menyinggung perasaan mereka. Hal-hal tersebut antara lain

1. Berikan batasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh

Bagaimanapun dekatnya nenek dan kakek terhadap cucunya, orang tua tetaplah menjadi seseorang yang paling memahami anaknya. Berikan pengertian dan batasan-batasan mana yang boleh mana yang tidak boleh.

Anda dapat memberitahu kapan waktunya nonton tv, kapan saatnya makanan atau snack apa saja yang boleh dikonsumsi dan hal-hal penting lain yang dianggap perlu. Buatlah batasan yang fleksibel dan jangan terlalu menyulitkan mereka.

2. Tentukan jadual rutinitas anak

Bukan berarti anda harus kaku dengan memberikan jadual secara tertulis yang akan anda tempel di dinding. Maksudnya anda bisa memberi tahu kepada orang tua anda waktu-waktu, rutinitas atau kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh anak. Misalnya, kapan waktunya harus minum susu, kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur siang dan lain sebagainya.

3. Jangan terlalu mengkritik pola asuh nenek dan kakek

Perbedaan pendapat antara anda dan orang tua anda tentang pola asuh anak sangat mungkin terjadi. Jangan terlalu banyak mengkritik, dengan mempermasalahkan hal yang kecil, nanti dikhawatirkan nenek dan kakek nya anak-anak akan enggan mengasuh cucu mereka. Sampaikan dengan tutur bahasa yang lembut.

4. Ungkapkan rasa terima kasih

Ungkapkan rasa terima kasih sebagai wujud kepedulian kepada mereka. Bagaimanapun juga jika tanpa bantuan nenek dan kakek yang mau mengurus cucunya, anda akan merasa kewalahan dan tidak tenang dalam bekerja. Beri mereka penghargaan dengan membayar uang belanja bulanan, mengajak makan bersama atau rekreasi bersama dengan anak-anak anda.

Posisi Tidur Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Posisi tidur yang baik untuk ibu hamil menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Terlebih untuk ibu hamil direntang usia kehamilan 6 bulan ke atas.

Perut yang kian membesar sangat mempengaruhi aktivitas tubuh sehari-hari. Salah satunya adalah posisi saat tidur. Posisi tidur yang salah bagi ibu hamil dapat berakibat fatal karena dapat membahayakan janin yang dikandungnya.

Seperti Apakah Posisi Tidur Yang Baik Untuk Ibu Hamil?

Untuk memperoleh kenyamanan saat tidur, berikut ini adalah 3 posisi tidur yang baik dan benar untuk ibu hamil:

1. Tidur miring ke kiri

Salah satu posisi tidur yang paling dianjurkan oleh para ahli medis bagi ibu hamil adalah tidur dengan posisi miring. Posisi terbaik adalah tidur dengan miring ke kiri.

Posisi tidur miring bagi ibu hamil bermanfaat untuk meningkatkan jumlah aliran darah ke janin yang didistribusikan melalui plasenta. Hal ini sangat penting mengingat satu-satunya nutrisi bagi pertumbuhan janin diperoleh lewat plasenta.

Selain itu dengan posisi tidur miring ke kiri dapat membantu ginjal bekerja lebih baik. Dalam posisi ini, ginjal akan bekerja secara efisien dalam membuang cairan yang mengandung kotoran dan racun dari dalam tubuh. Sebagai dampaknya maka rasa sakit yang biasanya terjadi pada pergelangan tangan dan kaki akan berangsur-angsur reda.

2. Posisi tidur sambil menekuk lutut

Untuk membuat tidur semakin rilex dan nyaman, sembari berbaring anda dapat menekuk kedua lutut kaki. Bisa juga anda letakan bantal sebagai sandaran kaki.

Selain mampu membuat tidur menjadi lebih rilex, dikutip dari laman health.detik, posisi tidur dengan menekuk lutut juga dipercaya dapat mengurangi risiko bayi lahir secara prematur.

3. Posisi tidur setengah duduk

Posisi lain yang dapat membantu ibu hamil merasa lebih nyaman dan rilex adalah tidur dengan posisi setengah duduk. Tambahkan bantal sebagai sandaran untuk kepala dan punggung. Posisi ini sangat baik khususnya bagi ibu hamil yang sering mengalami sesak napas maupun nyeri di ulu hati.

Kondisi nyeri pada ulu hati ini biasanya dipicu oleh kinerja hormon progesteron. Hormon ini akan merelaksasi otot antara lambung dan kerongkongan (esophagus) sehingga asam lambung dan makanan bisa berbalik ke esophagus kembali.

Selain posisi tersebut di atas agar lebih nyaman, ibu dapat memakai sabuk penyangga perut atau maternitty belt. Sabuk ini berfungsi untuk memberikan sokongan tambahan bagi payudara, perut, pinggang dan punggung sekaligus.

Cara Mengatasi Bullying Di Sekolah

Baik guru maupun orangtua perlu menemukan cara mengatasi bullying yang kerap terjadi di sekolah. Bullying merupakan permasalahan yang serius dan diperlukan suatu solusi supaya tidak terjadi secara berulang.

Bullying atau tindakan mem bully masih saja kerap kita dengar dan terjadi disekitar kita. Korban bullying biasanya adalah anak-anak atau remaja. Yang lebih mengherankan lagi, peristiwa bullying justru kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Pengertian Bullying

Bullying berasal dari bahasa Ingris dari asal kata bully, yang mengacu pada pengertian adanya suatu “ancaman” yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain. Korban umumnya dipandang lebih lemah atau “rendah” dari pelaku.

Bullying juga dapat diasumsikan sebagai suatu bentuk tindakan mengintimidasi dan menyakiti seseorang yang dilakukan dengan cara kekerasan baik secara fisik, psikis verbal dan juga seksual. Bullying bisa dilakukan secara individual maupun group yang memang dengan sengaja bertujuan untuk menyakiti atau mengancam korban.

Bentuk-Bentuk Bullying

Berikut ini adalah beberapa contoh tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bentuk – bentuk tindakan bullying;

  • Mengucilkan seseorang dari pergaulan
  • Menyebarkan berita miring atau gosip,
  • Membuat julukan negatif dengan tujuan mengejek,
  • Menjaili seseorang dengan tujuan mempermalukannya,
  • Mengintimidasi atau mengancam korban,
  • Melukai secara fisik ataupun perasaan,
  • Melakukan pelecehan seksual,
  • melakukan pemalakan / pengompasan.

Seiring dengan kecanggihan teknologi salah satunya internet, perilaku bullying juga dapat terjadi di dunia maya. Sehingga muncul istilah baru yang disebut dengan cyber bullying.

Tujuan pelaku sama, yang membedakan sarana yang digunakan adalah internet. Biasanya melalui social media seperti facebook, instagram, youtube maupun sarana perpesanan online seperti sms atau whatsapp.

Dampak Bullying

Dampak buruk bullying bagi korban secara psikis dapat berakibat sangat fatal, bahkan ada yang sampai meninggal karena bunuh diri. Korban akan mengalami stress yang mengakibatkan susah makan, sakit fisik, merasa ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya.

Bullying itu sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar. Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.

Berikut ini contoh dampak bullying bagi sang korban :

  • Merasa stress dan depresi,
  • Minder dan kurang percaya diri,
  • Menjadi introvet,
  • Sering menyendiri,
  • Pemalu,
  • Prestasi akademik menurun,
  • Merasa terisolir dari lingkungan pergaulan,
  • Mencoba untuk bunuh diri

Meskipun korban bully sering merasa tertekan, namun sebenarnya mereka juga merasa kesal dan marah dengan kejadian yang menimpa pada mereka. Perasaan marah yang muncul akan bercampur dengan rasa malu dan kecewa pada diri sendiri karena telah “membiarkan” kejadian tersebut menimpa diri mereka.

Namun demikian mereka tak sanggup untuk mengatasi hal tersebut, termasuk tidak berani melaporkan pelaku bullying kepada orang tua atau guru. Mereka takut nantinya akan dicap tukang adu, pengecut atau bahkan malah merasa takut jika merekalah yang nantinya akan disalahkan.

Selaku orang tua, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk senantiasa waspada terhadap perilaku bullying pada anak – anak. Perlu kita cermati apakah anak kita yang menjadi korban atau malah justru sebagai pelaku bullying. Perilaku bullying bisa terjadi dimana saja, khususnya tempat – tempat yang jauh dari pengawasan orang dewasa.

Cara Mengatasi Bullying Di Sekolah

Para orangtua maupun guru harus mampu menemukan bagaimana cara mengatasi bullying pada anak. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak korban bullying.

1. Memberi pemahaman tentang Bullying kepada anak

Berikan pemahaman sejak dini kepada anak tentang pengertian bullying penyebab bullying dan bentuk-bentuk bullying. Berikan pengertian kepada mereka jika bullying merupakan sebuah tindak kekerasan dan itu hanya dilakukan oleh para pecundang.

2. Mintalah mereka untuk berterus terang jika mereka menjadi korban

Biasanya korban bullying akan lebih memilih diam daripada melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya. Anda sebagai orang tua harus menanamkan kepada anak yang menjadi korban bullying untuk berani bicara kepada anda atau guru disekolah atau orang dewasa lain yang mereka percaya. Ini bertujuan jika kita mengetahui lebih dini, penyelasaian masalah dapat dilakukan sedini mungkin.

3. Pahami karakter anak anda

Seharusnya sebagai orangtua, kitalah yang paling memahami bagaimana kondisi anak kita. Dengan memahami karakter anak kita, kita akan lebih bijak dan tahu harus seperti apa kita melangkah.

Jika anak kita seorang yang pendiam dan penakut bisa jadi anak kita ada diposisi sebagai korban bullying. Namun sebaliknya jika anak kita seorang yang pemberani arahkan dia untuk menjadi anak pemberani yang senantiasa rela menolong bukanya justru menjadi seorang yang ditakuti atau mem bully teman-temanya yang lemah.

4. Bangun kominikasi yang baik dengan anak

Jadilah orangtua yang selalu dekat dengan anak kita. Jika anak-anak merasa dekat dengan kita mereka akan merasa nyaman. Mereka akan lebih terbuka dan berterus terang jika ada hal yang menimpa mereka.

Pantangan Penyakit Campak Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Selain obat untuk menyembuhkan penyakit campak, jika anak kita terkena campak maka yang sering kali ditanyakan adalah apa saja pantangan penyakit campak pada anak yang perlu dihindari?. Hal tersebut memang sangat penting untuk dilakukan supaya dapat mencegah penyakit bertambah parah.

Penyakit Campak Pada Anak

Penyakit campak seringkali dialami oleh anak, terutama pada bayi dan balita di masa pra sekolah hingga sekolah dasar. Campak merupakan salah satu jenis penyakit yang masih sering kita temui di negara kita.

Campak, Rubeola atau Measles merupakan suatu infeksi kulit yang disebabkan oleh paramiksovirus. Penyakit ini disebut juga tampek, dabaken atau morbili. Tanda yang tampak ketika seseorang terkena campak adalah munculnya bercak atau ruam di seluruh tubuh dan penyakit ini sangat menular.

Penyakit campak jika dibiarkan semakin parah bisa berdampak pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak biasanya mulai muncul antara satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Gejala Penyakit Campak

Pada seseorang yang terkena campak boasanya akan muncul tanda-tanda di tubuhnya. Gejala penyakit campak yang umumnya muncul biasanya ditandai dengan :

  • Mata merah dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya,
  • Gejala awal mirip gejala flu seperti demam, radang tenggorokan, hidung beringus atau tersumbat,
  • Bercak putih keabu-abuan di area mulut dan tenggorokan.

Bercak merah kecoklatan atau ruam akan muncul di kulit selang beberapa hari kemudian. Kemunculan bercak ini pada tubuh berawal dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian leher. Hingga pada akhirnya bercak atau ruam tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh.

Diagnosis terhadap campak bisa diamati dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk lebih memastikannya, sampel air liur akan diambil untuk dilakukan tes. Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika gejala ini muncul.

Saat ini sudah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).

Kenali Penyebaran Virus Campak

Penyakit campak sangatlah menular. Penularan campak ini dapat terjadi ketika penderita campak batuk atau bersin. Karena virus campak terdapat dalam cairan tenggorokan yang dikeluarkan pada saat seorang penderita campak batuk atau bersin.

Virus campak bisa bertahan di udara terbuka selama beberapa jam, akibatnya, virus ini bisa bertahan dan menempel pada benda-benda. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak, lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

Pantangan Penyakit Campak Pada Anak

Dibanding orang dewasa, enyakit campak memang lebih sering menyerang pada anak-anak. Khusus untuk anak yang mengidap penyakit campak, berikut ini merupakan beberapa pantangan penyakit campak pada anak yang perlu dihindari:

  • Berada di luar rumah,
  • Mandi menggunakan air dingin,
  • Kontak langsung dengan orang lain,
  • Terpapar cahaya yang terlalu silau,
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan.

Meskipun penyakit campak lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Namun pada dasarnya, campak bisa diderita oleh semua kalangan usia, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.