Bermain merupakan salah satu cara efektif bagi anak untuk belajar. Pada usia emas tumbuh kembangnya ini para orangtua bisa memanfaatkannya dengan memperkenalkan jenis-jenis permainan anak yang mendidik.

Di era digital seperti saat ini sudah lazim kita lihat anak-anak asyik bermain dengan gadget. Namun anda harus betul-betul mengawasi dan memberi batasan kepada anak terhadap gadget mereka. Ada banyak sekali konten-konten dewasa yang tidak sepantasnya dikonsumsi oleh anak-anak anda.

Di dalam gadget mungkin yang anda tahu hanya terinstal game atau aplikasi yang dikhususkan untuk anak-anak. Terlebih jika yang diinstal aplikasi gratisan, saat dibuka akan muncul iklan-iklan yang isinya bisa saja konten-konten yang tidak mendidik. Hal itulah yang tidak bisa kita kontrol.

Alangkah baiknya anda mulai memperkenalkan jenis permainan anak yang mendidik. Permainan yang bukan hanya mengandalkan interaksi satu arah, tetapi ada nilai-nilai dan pesan positif yang terkandung dalam sebuah permainan tersebut.

Lantas apa saja jenis-jenis permainan anak yang mendidik tersebut, berikut ulasannya.

Permainan Anak yang Melatih Ketangkasan dan Olah Fisik

Masa anak-anak adalah masa tumbuh kembang. Untuk lebih mengasah kemampuan motorik, mereka memang harus aktif dan bergerak. Hal ini bagus untuk melatih fisik dan ketangkasan mereka.

Dibawah ini adalah jenis-jenis permainan tradisional yang selain asyik juga akan melatih ketangkasan sekaligus menyehatkan.

1. Lompat Tali

Lompat tali sering dicap sebagai permainan anak perempuan karena memang permainan ini seringnya dimainkan oleh anak perempuan. Permainan ini mampu melatih ketangkasan sekaligus sambil berolah raga.

Permainan ini mirip dengan olahraga lompat tinggi. Yang membedakan adalah galah sebagai batas lompatan terbuat dari gelang karet yang dirangkai panjang menyerupai rantai karet. Rantai karet ini nantinya berfungsi sebagai tali lompat.

Syarat memainkan permainan ini harus dimainkan oleh minimal 3 orang. Cara memainkanya cukup mudah dua orang berdiri berhadapan dengan masing-masing memegang ujung tali. Satu orang berada di tengah. Ketika dua orang yang memegang tali memutar tali dengan cara mengayun, maka orang yang berada di tengah-tengah harus melompat. Agar semua mendapat giliran melompat maka harus bergantian.

2. Engklek

Di setiap daerah, permainan ini memiliki nama masing-masing. Ada yang menyebutnya dengan istilah dengklek, pandah atau ingkling. Permainan ini dimainkan dengan cara bergantian. Cara mainnya dengan membuat garis berbentuk kotak-kotak di tanah atau dengan kapur jika dimainkan dilantai.

Pertama-tama buatlah tiga kotak yang disusun ke atas. Kemudian diatasnya buatlah dua kotak menyamping kiri dan kanan. Diatas dua kotak tadi buatlah satu kotak di tengah sejajar dengan tiga kotak pertama dan diatasnya buatlah dua kotak menyampin kiri dan kanan. Lalu di atas kotak terakhir buatlah setengah lingkaran.

Setelah selesai, para pemain harus melompat secara berurutan ke dalam kotak-kotak tersebut. Namun sebelum melompat, terlebih dahulu mereka harus melempar lempengan ke dalam kotak. Lempengan tersebut biasanya berwujud pecahan genteng. Lempengan tersebut harus dilempar sesuai urutan kotak.

Kotak yang ada lepenganya harus dilompati. Jika yang akan dilompati satu kotak, maka kaki yang mendarat ke dalam kotak tersebut harus dengan satu kaki dan jika yang akan dilompati adalah dua kotak, maka harus mendarat dengan dua kaki.

Permainan Anak yang Melatih Kerjasama dan Kekompakan

Bukan hanya menyenangkan untuk dimainkan, permainan ini akan melatih mereka untuk memahami arti sebuah kerjasama dan kekompakan.

1. Gobak Sodor

Permainan ini juga memiliki istilah masing-masing di tiap daerah, ada yang menyebutnya gasin atau galah asin. Seperti halnya petak umpet, permainan ini lebih seru jika dimainkan secara beramai-ramai.

Sebelum memainkan permainan ini, bentuklah dua tim. Masing-masing tim bisa beranggotakan tiga hingga lima anak. Buatlah garis pembatas berupa segi empat yang dibagi menjadi enam bagian atau kotak dengan susunan lebar dua kotak dan panjang tiga kotak.

Masing-masing tim akan menjadi tim penjaga dan tim penyerang. Tim penjaga bertugas menjaga garis dan menghalang-halangi tim penyerang agar tidak melewati garis.

Tim penyerang harus mampu melewati garis menuju ke kotak terakhir dan kembali lagi ke kotak depan dengan hadangan dari tim penjaga. Jika semua anggota tim penyerang berhasil melewati garis dan mampu kembali ke kotak depan, maka tim penyerang akan menjadi pemenang.

2. Ular Naga

Jika ketiga permainan diatas menggunakan alat bantu, maka permainan ular naga tidak menggunakan alat bantu apapun. Permainan ini semakin menyenangkan karena dimainkan sambil bernyanyi dengan judul lagu yang sama dengan nama permainannya.

Semakin banyak anak yang ikut bermain akan semakin menyenangkan, karena ular naga akan semakin panjang. Pasti seru kan.

Cara bermain ular naga sederhana. Dua orang anak akan bertugas menjadi semacam pintu terowongan dengan cara mereka berdiri berhadap-hadapan sambil menggandengkan tangan mereka ke atas. Terowongan ini nantinya akan digunakan oleh ular naga untuk lewat.

Anak-anak yang lain akan menjadi ular naga dengan cara berbaris sambil memegang pundak teman mereka didepannya. Setelah barisan tersusun kemudian mereka berjalan bersama sambil masuk ke terowongan.

Ular naga mulai berjalan melewati terowongan diiringi dengan menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu berakhir maka akan ada satu anak yang ada di dalam tengah terowongan dan anak tersebut akan terperangkap oleh dua orang yang berdiri sebagai terowongan. Anak yang terperangkap harus memilih akan berada dipihak salah satu anak yang berdiri sebagai terowongan lalu ia berdiri dibelakangnya. Begitu seterusnya sampai ular naga tersebut habis.

Permainan Anak yang Melatih Strategi

Permainan ini akan melatih anak berpikir dan menemukan sebuah strategi untuk memenangkan permainan.

1. Petak Umpet

Permainan ini akan lebih asyik jika dimainkan oleh banyak orang. Aturan mainnya adalah satu orang bertugas sebagai penjaga dan yang lainnya berpencar mencari persembunyian agar tidak diketahui oleh penjaga.

Permainan ini diawali dengan satu orang penjaga yang menutup matanya dengan durasi waktu tertentu, biasanya hitungan mundur mulai dari 10 sampai 1. Saat penjaga menghitung, teman-teman yang lain berpencar mencari tempat persembunyian. Saat penjaga selesai menghitung dan membuka matanya, ia harus berusaha mencari temen-temannya yang bersembunyi.

Bagi mereka yang bersembunyi, maka supaya tidak dapat diketahui oleh penjaga, mereka harus pandai-pandai mencari tempat persembunyian yang sulit untuk ditemukan.

Setelah penjaga berhasil menemukan anak-anak yang bersembunyi. Maka anak-anak yang tertangkap tadi akan melakukan undian, biasanya diundi melalui hompimpa atau suit dan yang kalah akan mendapat giliran jaga.

2. Congklak

Permainan congklak sering juga disebut dengan istilah dakon. Ini merupakan jenis permainan tradisional yang sudah ada sejak jaman dahulu. Permainan yang dimainkan oleh dua orang ini sangat medidik karena melatih anak untuk berpikir strategi agar ia bisa menang.

Media untuk memainkan permainan ini ya dakon atau congklak itu sendiri serta biji untuk mengisi lubang. Jaman dahulu, dakon atau congklak terbuat dari papan kayu yang memiliki lubang sebanyak 16 lubang. 14 lubang berukuran kecil berupa 7 buah lubang sejajar yang saling berhadapan dan 2 lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar masing masing terletak di ujung kiri dan kanan 14 lubang tadi. Untuk isian lubang biasanya adalah biji buah sawo.

Ini merupakan sebuah pertandingan satu lawan satu. Cara memainkannya pertama-tama masing-masing lubang yang berukuran kecil diisi 7 buah biji. Salah satu pemain memulai pertandingan dengan mengambil 7 biji dari salah satu lubang dihadapannya. Taruh biji tersebut satu persatu kedalam lubang disebelahnya, searah jarum jam sampai habis.

Jika kebetulan pada saat biji tersebut habis di lubang milik sendiri yang kosong, maka pemain tersebut berhak mengambil biji pada lubang milik lawan di depannya. Biji tersebut kemudian diletakkan di lubang besar miliknya. Namun jika berhentinya di lubang lawan yang kosong, maka pemain itu tak mendapatkan apa-apa.

Setelah itu, giliran pemain lawan yang akan bermain dengan cara yang sama. Permainan ini akan dianggap selesai jika sudah tidak ada lagi biji yang tersisa di lubang-lubang kecil. Yang akan menjadi pemenangnya adalah dia yang memiliki biji paling banyak yang terkumpul di lubang besar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *