Bagaimana dampaknya jika anak diasuh oleh nenek dan kakeknya, apa benar jika nantinya anak akan tumbuh menjadi anak yang manja? Untuk lebih jelasnya simak penjelasanya berikut.

Ketika Suami Istri Sibuk Bekerja

Perubahan zaman yang begitu cepat telah merubah pola hidup, budaya dan norma-norma yang ada di masyarakat. Seiring dengan perubahan tersebut kenaikan akan pemenuhan kebutuhan hidup juga terus bertambah.

Akibatnya banyak pos-pos pengeluaran yang jika ditotal justru lebih besar dari pemasukan. Jika penghasilan dari suami dirasa kurang memenuhi kebutuhan hidup, tak jarang saat ini para istri juga ikut terjun dalam dunia kerja.

Alih Fungsi Dalam Mengasuh Anak

Pada masa lalu khususnya di lingkungan keluarga tradisional, para ibu mutlak menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga yang tugas utamanya mengasuh anak. Di masa kini tatkala para ibu juga ikut bekerja menjadi penyangga ekonomi keluarga, tugas ibu dalam mengasuh anak mulai terjadi pergeseran.

Karena tuntutan kesibukan dalam bekerja, para ibu masa kini menyerahkan tugas mengasuh anak kepada baby sitter, sebagian lagi menitipkan di tempat penitipan anak atau daycare. Sementara beberapa ibu lain lebih mempercayakan pengasuhan anak kepada kedua orang tua mereka atau nenek dan kakek nya anak-anak.

Dampak Anak Diasuh Oleh Nenek Dan Kakek

Fenomena menitipkan anak kepada nenek dan kakek sering kita temui di wilayah urban atau perkotaan. Lantas bagaimana dampak anak diasuh oleh nenek dan kakek mereka? Berikut pemaparanya.

Dampak Positif

1. Bantuan secara financial

Tidak dapat dipungkiri dengan peran serta nenek dan kakek dalam mengasuh cucu-cucunya, hal tersebut telah memberikan anda penghematan secara financial. Jika dibandingkan dengan anda mempekerjakan baby sitter atau menitipkan anak anda ke daycare. Namun tentu saja bukan itu semata-mata tujuan utamanya.

2. Anak diasuh oleh orang yang bisa dipercaya

Sebagian orang tua masih memiliki rasa kekhawatiran jika buah hati kesayangan mereka diasuh oleh orang yang salah. Munculnya berita perihal kasus penganiayaan anak oleh pengasuh nya semakin menambah kekhawatiran para orang tua. Namun tidak demikian jika anak diasuh langsung oleh nenek dan kakek nya. Ikatan darah dan ikatan keluarga memunculkan rasa aman dan percaya jika anak diasuh oleh orang yang 1000% tepat.

3. Membahagiakan orang tua anda

Membahagiakan orang tua bukan hanya dengan memberikan materi. Yang lebih mereka butuhkan adalah perhatian. Ketika seseorang memasuki masa tua, rasa sepi dan sendiri akan semakin mereka rasakan. Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit orang-orang yang pernah dekat dengan mereka akan pergi. Mulai dari ditinggalkan anak-anak yang beranjak dewasa karena harus bekerja atau menikah, hingga kehilangan teman-teman kerja karena sudah tidak aktif bekerja atau pensiun.

Dengan kehadiran cucu dari anak-anak mereka, hal tersebut dapat menjadi obat pelipur lara disaat mereka merasakan kesepian. Suara riang dan canda tawa sang cucu akan meramaikan seisi rumah yang tadinya sepi. Kebahagiaan yang mereka rasakan akan mampu membangkitkan gairah dan semangat hidup mereka.

4. Anak belajar bersosialisasi

Biasanya ketika anak anda diasuh oleh nenek dan kakeknya, di rumah nenek juga terdapat anggota keluarga lain. Bisa saja paman, bibi, kemenakan atau cucu-cucu yang lain. Kehadiran anggota keluarga lain akan membuat anak belajar bersosialisasi.

Hal ini tentu saja sangat baik dampaknya bagi tumbuh kembang sang anak. Anak akan gampang bergaul, supel dan saling interaksi dengan anggota keluarga lain akan membuatnya belajar tentang bagaimana cara bersosialisasi.

5. Anak akan lebih tumbuh dewasa

Beberapa anak yang diasuh oleh nenek dan kakek mereka ternyata mampu tumbuh lebih dewasa. Hal ini bisa terjadi karena nenek dan kakek sering memberikan mereka nasehat yang mungkin lebih mereka dengar daripada nasehat dari orang tua mereka.

6. Anak belajar bersikap bijaksana

Bagaimanapun, nenek dan kakek adalah orang tua dari ayah dan ibu mereka. Tentu saja secara pengalaman dalam hal mendidik atau mengasuh mereka lebih berpengalaman. Pengalaman-pengalaman itulah yang akan membuat nenek dan kakek lebih bijaksana.

7. Anak lebih ceria

Ketika anak bersama dengan nenek dan kakek mereka, biasanya mereka mendapatkan hal-hal yang lebih jika dibandingkan saat mereka bersama dengan orang tua mereka sendiri. Hal yang lebih itu bisa berupa kebebasan dalam bermain atau aturan yang fleksibel. Hal-hal itulah yang membuat anak lebih ceria.

Dampak Negatif

1. Anak lebih manja

Sifat manja anak bisa saja muncul ketika anak sering diasuh oleh nenek dan kakek nya. Hal tersebut dapat terjadi karena anak merasa sering mendapat pembelaan dari nenek dan kakeknya, apalagi jika ini anak yang pertama.

2. Minder dan malu

Perasaan minder atau malu bisa muncul karena anak anda disekolah mungkin saja memperhatikan jika anak lain datang ke sekolah dengan diantar oleh ayah atau ibu mereka sementara mereka tidak.

3. Ingin merasa diperhatikan

Salah satu sifat anak adalah ingin selalu merasa diperhatikan. Saat mereka membutuhkannya namun orang tua tidak ada dan yang ada hanya nenek dan kakek maka itu yang akan mereka cari dan dapatkan. Mereka akan merasa seperti mendapat pengawalan yang selalu siap sedia menjaga mereka.

4. Anak suka membantah

Hal ini dapat terjadi pada saat anak yang diasuh oleh nenek dan kakek kembali lagi ke rumah bersama orang tua mereka, mereka merasakan suasana yang berbeda. Apa yang tadinya tidak dilarang dilakukan saat bersama nenek dan kakek kini sudah tidak bisa lagi.

5. Banyak mintanya

Agar Pola Asuh Anak Oleh Nenek dan Kakek Berkualitas

Meskipun ada dampak buruk yang mungkin saja ditimbulkan dari anak yang diasuh oleh nenek dan kakeknya, namun hal tersebut dapat diminimalisir. Peran serta orang tua tidak boleh lepas begitu saja.

Buatlah kesepakatan bersama, namun dengan bahasa dan tutur kata yang lembut dan jangan sampai menyinggung perasaan mereka. Hal-hal tersebut antara lain

1. Berikan batasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh

Bagaimanapun dekatnya nenek dan kakek terhadap cucunya, orang tua tetaplah menjadi seseorang yang paling memahami anaknya. Berikan pengertian dan batasan-batasan mana yang boleh mana yang tidak boleh.

Anda dapat memberitahu kapan waktunya nonton tv, kapan saatnya makanan atau snack apa saja yang boleh dikonsumsi dan hal-hal penting lain yang dianggap perlu. Buatlah batasan yang fleksibel dan jangan terlalu menyulitkan mereka.

2. Tentukan jadual rutinitas anak

Bukan berarti anda harus kaku dengan memberikan jadual secara tertulis yang akan anda tempel di dinding. Maksudnya anda bisa memberi tahu kepada orang tua anda waktu-waktu, rutinitas atau kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh anak. Misalnya, kapan waktunya harus minum susu, kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur siang dan lain sebagainya.

3. Jangan terlalu mengkritik pola asuh nenek dan kakek

Perbedaan pendapat antara anda dan orang tua anda tentang pola asuh anak sangat mungkin terjadi. Jangan terlalu banyak mengkritik, dengan mempermasalahkan hal yang kecil, nanti dikhawatirkan nenek dan kakek nya anak-anak akan enggan mengasuh cucu mereka. Sampaikan dengan tutur bahasa yang lembut.

4. Ungkapkan rasa terima kasih

Ungkapkan rasa terima kasih sebagai wujud kepedulian kepada mereka. Bagaimanapun juga jika tanpa bantuan nenek dan kakek yang mau mengurus cucunya, anda akan merasa kewalahan dan tidak tenang dalam bekerja. Beri mereka penghargaan dengan membayar uang belanja bulanan, mengajak makan bersama atau rekreasi bersama dengan anak-anak anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *