Baik guru maupun orangtua perlu menemukan cara mengatasi bullying yang kerap terjadi di sekolah. Bullying merupakan permasalahan yang serius dan diperlukan suatu solusi supaya tidak terjadi secara berulang.

Bullying atau tindakan mem bully masih saja kerap kita dengar dan terjadi disekitar kita. Korban bullying biasanya adalah anak-anak atau remaja. Yang lebih mengherankan lagi, peristiwa bullying justru kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Pengertian Bullying

Bullying berasal dari bahasa Ingris dari asal kata bully, yang mengacu pada pengertian adanya suatu “ancaman” yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain. Korban umumnya dipandang lebih lemah atau “rendah” dari pelaku.

Bullying juga dapat diasumsikan sebagai suatu bentuk tindakan mengintimidasi dan menyakiti seseorang yang dilakukan dengan cara kekerasan baik secara fisik, psikis verbal dan juga seksual. Bullying bisa dilakukan secara individual maupun group yang memang dengan sengaja bertujuan untuk menyakiti atau mengancam korban.

Bentuk-Bentuk Bullying

Berikut ini adalah beberapa contoh tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bentuk – bentuk tindakan bullying;

  • Mengucilkan seseorang dari pergaulan
  • Menyebarkan berita miring atau gosip,
  • Membuat julukan negatif dengan tujuan mengejek,
  • Menjaili seseorang dengan tujuan mempermalukannya,
  • Mengintimidasi atau mengancam korban,
  • Melukai secara fisik ataupun perasaan,
  • Melakukan pelecehan seksual,
  • melakukan pemalakan / pengompasan.

Seiring dengan kecanggihan teknologi salah satunya internet, perilaku bullying juga dapat terjadi di dunia maya. Sehingga muncul istilah baru yang disebut dengan cyber bullying.

Tujuan pelaku sama, yang membedakan sarana yang digunakan adalah internet. Biasanya melalui social media seperti facebook, instagram, youtube maupun sarana perpesanan online seperti sms atau whatsapp.

Dampak Bullying

Dampak buruk bullying bagi korban secara psikis dapat berakibat sangat fatal, bahkan ada yang sampai meninggal karena bunuh diri. Korban akan mengalami stress yang mengakibatkan susah makan, sakit fisik, merasa ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya.

Bullying itu sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar. Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.

Berikut ini contoh dampak bullying bagi sang korban :

  • Merasa stress dan depresi,
  • Minder dan kurang percaya diri,
  • Menjadi introvet,
  • Sering menyendiri,
  • Pemalu,
  • Prestasi akademik menurun,
  • Merasa terisolir dari lingkungan pergaulan,
  • Mencoba untuk bunuh diri

Meskipun korban bully sering merasa tertekan, namun sebenarnya mereka juga merasa kesal dan marah dengan kejadian yang menimpa pada mereka. Perasaan marah yang muncul akan bercampur dengan rasa malu dan kecewa pada diri sendiri karena telah “membiarkan” kejadian tersebut menimpa diri mereka.

Namun demikian mereka tak sanggup untuk mengatasi hal tersebut, termasuk tidak berani melaporkan pelaku bullying kepada orang tua atau guru. Mereka takut nantinya akan dicap tukang adu, pengecut atau bahkan malah merasa takut jika merekalah yang nantinya akan disalahkan.

Selaku orang tua, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk senantiasa waspada terhadap perilaku bullying pada anak – anak. Perlu kita cermati apakah anak kita yang menjadi korban atau malah justru sebagai pelaku bullying. Perilaku bullying bisa terjadi dimana saja, khususnya tempat – tempat yang jauh dari pengawasan orang dewasa.

Cara Mengatasi Bullying Di Sekolah

Para orangtua maupun guru harus mampu menemukan bagaimana cara mengatasi bullying pada anak. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak korban bullying.

1. Memberi pemahaman tentang Bullying kepada anak

Berikan pemahaman sejak dini kepada anak tentang pengertian bullying penyebab bullying dan bentuk-bentuk bullying. Berikan pengertian kepada mereka jika bullying merupakan sebuah tindak kekerasan dan itu hanya dilakukan oleh para pecundang.

2. Mintalah mereka untuk berterus terang jika mereka menjadi korban

Biasanya korban bullying akan lebih memilih diam daripada melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya. Anda sebagai orang tua harus menanamkan kepada anak yang menjadi korban bullying untuk berani bicara kepada anda atau guru disekolah atau orang dewasa lain yang mereka percaya. Ini bertujuan jika kita mengetahui lebih dini, penyelasaian masalah dapat dilakukan sedini mungkin.

3. Pahami karakter anak anda

Seharusnya sebagai orangtua, kitalah yang paling memahami bagaimana kondisi anak kita. Dengan memahami karakter anak kita, kita akan lebih bijak dan tahu harus seperti apa kita melangkah.

Jika anak kita seorang yang pendiam dan penakut bisa jadi anak kita ada diposisi sebagai korban bullying. Namun sebaliknya jika anak kita seorang yang pemberani arahkan dia untuk menjadi anak pemberani yang senantiasa rela menolong bukanya justru menjadi seorang yang ditakuti atau mem bully teman-temanya yang lemah.

4. Bangun kominikasi yang baik dengan anak

Jadilah orangtua yang selalu dekat dengan anak kita. Jika anak-anak merasa dekat dengan kita mereka akan merasa nyaman. Mereka akan lebih terbuka dan berterus terang jika ada hal yang menimpa mereka.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *