6 Cara Melatih Anak Tidak Pakai Pampers Lagi Sekaligus Toilet Training

toilet training

Saat anak beranjak dewasa, kita harus mulai melatih anak untuk belajar toilet training. Hal tersebut bertujuan agar anak tidak menggunakan pampers lagi. Toh nantinya jika mereka sudah mulai terbiasa menggunakan toilet, maka tugas kita sebagai orangtua akan sedikit lebih ringan.

Memang bukan perkara yang mudah mengajarkan anak untuk tidak menggunakan pampers. Walaupun sebenarnya kita percaya saat anak beranjak dewasa, keatrampilan dalam hal menjaga kebersihan diri seperti mandi, bung air kecil maupun besar akan terbiasa dengan sendirinya.

Toilet training adalah istilah bagi orang tua mengajarkan anaknya untuk lepas dari ketergantungn pemakaian pampers dan melatih anak agar mulai menggunakan toilet untuk keperluan pribadinya.

Pada Usia Berapa Anak Lepas Pampers?

Kira-kira kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training sehingga anak bisa lepas dari pemakaian popok? Hal apa saja yang perlu diperhatikan orang tua? Simak penjelasannya berikut ini.

Tidak ada aturan yang pasti tentang kapan waktu yang tepat bagi anak untuk mulai lepas dari pampers. Tetapi menurut sebuah penelitian dari American Academy of Pediatrics, rata-rata orang tua di Amerika percaya jika seorang anak bisa lepas dari pampers ketika mereka menginjak usia 18 bulan hingga 24 bulan.

Demikian juga dengan berapa lama waktu yang diperlukan untuk melatih anak agar terbiasa memakai toilet sendiri? Masing-masing anak akan memperlihatkan hasil yang berbeda. Namun semakin cepat justru semakin baik. Para pakar pun tidak menemukan adanya bahaya jika bayi atau balita mulai lepas pampers.

Cara Mengajarkan Anak Agar Tidak Pakai Pampers

Sekarang kita kembali ke soal teknis tentang bagaimana mengajarkan anak lepas pempers. Berikut 6 tips yang bisa anda ikuti.

1. Tidak memakai pampers sama sekali

Pada hari pertama biarkan anak seharian penuh tidak memakai pampers, kecuali pada saat ia tidur. Beri tahu kepada mereka untuk memberitahukan kepada anda ketika ia sudah merasa ingin buang air kecil ataupun buang air besar. Awasi mereka dan perhatikan gelagat dan ekspresi mereka ketika menunjukan tanda tanda ingin pipis atau pup.

2. Ajarkan untuk pipis atau pup di toilet

Ketika mereka menunjukan tanda-tanda ingin pipis atau pup, ajak mereka untuk melakukannya di toilet. Biarkan anak anda merasakan adanya perbedaan misalnya saat mereka pipis dengan pempers dan ketika melakukan di toilet.

Anda akan menjumpai beragam reaksi mereka yang lucu. Bisa jadi anak anda akan menangis, karena merasakan ada hal yang aneh atau yang pernah saya alami pada anak saya adalah hampir seharian anak saya malah tidak pipis atau pup.

Jika itu yang terjadi maka beritahukan kepada mereka jika air kencing dan kotoran adalah sesuatu yang harus dibuang dari dalam tubuh. Berikan edukasi dan pemahaman kepada anak jika hal itu tidak mereka lakukan nanti tubuh akan sakit dan keracunan.

3. Jadikan kebiasaan untuk pipis di toilet setiap bangun pagi

Sepertihalnya kita yang sudah dewasa, biasanya setiap pagi sehabis bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan pasti pergi ke toilet untuk sekedar kencing atau buang air besar.

Lakukanlah hal yang sama kepada anak kita mulai dari hari ke dua dan seterusnya. Hal tersebut bertujuan agar anak mulai terbiasa dan menjadikan rutinitas pagi mereka.

Jika hal itu dilakukan secara rutin, maka lama-kelamaan anak anda akan mulai terbiasa. Secara otomatis akan tertanam dalam pikiran mereka jika ingin buang air kecil atau besar ya tempatnya di toilet.

4. Beritahu kepada anak untuk memberitahukan kepada kita jika ia ingin pipis atau pup

Mulai di hari ketiga, beritahu kepada anak jika ia merasa ingin pipis atau pup agar memberitahukannya kepada kita. Hal itu dilakukan karena pada usia 2 tahunan anak biasanya belum memiliki ketrampilan dalam membuka celana mereka. Tugas kita membantu melakukanya.

Namun demikian dari sinilah, sedikit demi sedikit kita mulai mengajarkan kepada anak bagimana cara membuka celana atau baju ketika ingin kencing atau pup dan ajarkan juga cara memakainya kembali.

5. Biasakan untuk pipis sebelum tidur

Sama halnya seperti rutinitas di pagi hari. Lakukan juga kebiasaan untuk pipis sebelum tidur. Hal ini dilakukan khusunya ketika anda benar-benar merasa jika anak anda sudah bisa 100% lepas dari pampers bukan hanya saat mereka terjaga tetapi saat merek tertidur.

Mengapa hal ini harus dilakukan? Anak anda mungkin sudah bisa lepas dari memakai pampers dan sudah terbiasa pergi ke toilet ketika merasa ingin pipis, tetapi mereka akan tetap ngompol saat dalam keadaan tidur. Ini wajar karena saraf motorik anak belum sepenuhnya berfungsi secara sempurna.

6. Beri anak anda pujian

Sekecil apapun keberhasilan yang anak anda capai, beri mereka pujian sebagai bentuk penghargaan orang tua kepada anak. Dengan memberikan pujian, mereka akan bersemangat dalam melakuknya.

Anda dapat memuji mereka misalnya dengan mengatakan “wah pintar banget anak mama udah gak pakai pempers”. Dengan memberikan pujian, anak akan merasa jika mereka diperhatikan dan orang tua mereka menyayangi mereka.

Demikian sedikit tips tentang bagaimana cara melatih anak lepas pakai pampers. Atau barangkali anda memiliki pengalaman toilet training yang bisa dishare, anda bisa sampaikan pada kolom komentar di bawah ini.

toilet training
Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *