Cara Melatih Anak Supaya Tidak Pakai Pempers Lagi


Ada saatnya anak kita mulai belajar tidak menggunakan pempers lagi untuk menampung air kencing dan kotoran mereka. Sebagai orang tua kita perlu memikirkan bagaimana cara melatih anak supaya tidak pakai pempers lagi.

Memang bukan perkara yang mudah mengajarkan anak untuk tidak menggunakan pempers. Walaupun sebenarnya kita percaya saat usia anak beranjak dewasa, keatrampilan dalam hal menjaga kebersihan diri seperti mandi, bung air kecil maupun besar akan terbiasa dengan sendirinya.

Toilet training adalah istilah bagi orang tua mengajarkan anaknya untuk lepas dari ketergantungn pemakaian pampers dan melatih anak agar mulai menggunakan toilet untuk keperluan pribadinya. Banyak yang bertanya-tanya kira-kira kapan waktu yang tepat mengajarkan toilet training sehingga anak bisa lepas dari pemakaian popok? Hal apa saja yang perlu diperhatikan orang tua? Simak penjelasannya berikut ini.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Anak Lepas Dari Pampers?


Tidak ada aturan yang pasti tentang kapan waktu yang tepat bagi anak untuk mulai lepas dari pampers. Tetapi menurut sebuah penelitian dari American Academy of Pediatrics, rata-rata orang tua di Amerika percaya jika seorang anak bisa lepas dari pampers  ketika mereka menginjak usia 18 bulan hingga 24 bulan. Pun demikian dengan berapa lama waktu yang diperlukan untuk melatih anak mulai memakai toilet sendiri. Semakin cepat justru semakin baik. Para pakar pun tak menemukan adanya bahaya jika bayi atau balita mulai lepas.

Cara mengajarkan anak agar tidak pakai pempers


Sekarang kita kembali kepada soal teknis tentang bagaimana mengajarkan anak lepas dari pempers.

1. Tidak memakai pempers sama sekali

Pada hari pertama biarkan anak seharian penuh tidak memakai pampers, kecuali pada saat ia tidur. Beri tahu kepada mereka untuk memberitahukan kepada anda ketika ia ingin buang air kecil ataupun buang air besar. Awasi mereka dan perhatikan gelagat dan ekspresi mereka ketika menunjukan tanda tanda ingin pipis atau pup.

2. Ajarkan untuk pipis atau pup di toilet

Ketika mereka menunjukan tanda-tanda ingin pipis atau pup, ajak mereka untuk melakukannya di toilet. Biarkan anak anda merasakan adanya perbedaan misalnya saat mereka pipis dengan pempers dan ketika melakukan di toilet.

Anda akan menjumpai beragam reaksi mereka yang lucu. Bisa jadi anak anda akan menangis, karena merasakan ada hal yang aneh atau yang pernah saya alami pada anak saya adalah hampir seharian anak saya malah tidak pipis atau pup. Jika itu yang terjadi maka beritahukan kepada mereka jika air kencing dan kotoran adalah sesuatu yang harus dibuang dari dalam tubuh. Berikan edukasi dan pemahaman kepada anak jika hal itu tidak mereka lakukan nanti tubuh akan sakit dan keracunan.

3. Mulai jadikan kebiasaan untuk pips setiap bangun pagi di toilet

Selayaknya kita yang sudah dewasa, biasanya setiap pagi sehabis bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan pasti pergi ke toilet untuk sekedar kencing atau buang air besar. Lakukanlah hal yang sama kepad anak kita mulai dari hari ke dua dan seterusnya. Hal tersebut bertujuan agar anak mulai terbiasa dan menjadi rutinitas pagi mereka.

Jika hal itu rutin dan sering dilakukan, maka lama-kelamaan anak anda akan mulai terbiasa dan tertanam dalam pikiran mereka jika ingin buang air kecil atau besar ya tempatnya di toilet.

4. Beritahu kepada anak untuk memberitahukan kepada kita jika ia ingin pipis atau bab.

Mulai hari ketiga, beritahu kepada anak jika ia mulai ingin pipis atau bab agar memberitahukannya kepada kita. Hal itu dilakukan karena pada usia 2 tahunan anak biasanya belum memiliki ketrampilan dalam membuka celana mereka. Tugas kita membantu melakukanya.

Namun demikian dari sinilah, sedikit demi sedikit kita mulai mengajarkan kepada anak bagimana cara membuka celana atau baju ketika ingin kencing atau bab dan ajarkan juga cara memakainya kembali.

5. Biasakan untuk pipis sebelum tidur

Sama halnya seperti rutinitas di pagi hari. Lakukan juga kebiasaan untuk pipis sebelum tidur. Hal ini dilakukan khusunya ketika anda benar-benar merasa jika anak anda sudah bisa 100% lepas dari pempers bukn hanya saat merek terjaga tetapi saat merek tidur.

Mengapa hal ini harus dilakukan? Anak anda mungkin sudah bisa lepas dari memakai pampers dan sudah terbiasa pergi ke toilet ketika merasa ingin pipis, tetapi mereka akan tetap ngompol saat dalam keadaan tidur. Ini wajar karena saraf motorik anak belum sepenuhnya berfungsi secara sempurna.

6. Beri anak anda pujian

Sekecil apapun keberhasilan yang anak anda capai, beri mereka pujian sebagai bentuk penghargaan orang tua kepada anak. Dengan memberikan pujian, mereka akan bersemangat dalam melakuknya.

Anda dapat memuji mereka misalnya dengan "wah pintar banget anak mama udah gak pakai pempers". Dengan memberikan pujian, anak akan merasa jika mereka diperhatikan dan orang tua mereka menyayangi mereka.

Belum ada Komentar untuk "Cara Melatih Anak Supaya Tidak Pakai Pempers Lagi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel