Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif


Anda memiliki anak yang susah diatur dan sedang mencari cara bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif. Apakah menurut anda anak hiperaktif termasuk dalam kategori anak nakal yang bandel dan susah diatur? Mari kita bahas lebih jauh.

Secara bahasa, arti kata hiperaktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sifat yang sangat aktif. Namun, dalam konteks Psikologi anak, hiperaktif dikenal dengan istilah Attention Deficit Disorder (ADD) yaitu gangguan tingkah laku yang tidak normal yang disebabkan karena disfungsi neurologia dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian.

Seorang anak dikategorikan sebagai hiperaktif apabila ia menjadi terlalu aktif dan agresif secara tidak lazim. Pada kondisi ini, seorang anak biasanya tidak menuruti apa yang dikatakan oleh orang tuanya jika menyuruh mereka untuk bersikap tenang.

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif


Hiperaktif sering kita artikan secara negatif sebagai anak nakal dengan perilaku yang sulit diatur. Ciri-ciri anak hiperaktif dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda seperti:


  • Bergerak secara terus-menerus secara berlebihan, seolah tidak kenal lelah.
  • Berperilaku agresif dan kasar baik dalam bersikap maupun berbicara. 
  • Impulsif (bertindak spontan tanpa berpikir apa akibatnya), misalnya tiba-tiba merasa kesal dan merusak mainan favoritnya sendiri, tetapi kemudian menyesal dan baru menyadari jika mainannya telah rusak. 
  • Tidak fokus, perhatiannya gampang teralihkan oleh hal-hal baru.
  • Sangat susah untuk diajak berbicara. 
  • Sulit berkonsentrasi karena mereka begitu aktif bergerak.

Penyebab Anak Hiperaktif


Penyebab anak hiperaktif sampai saat ini belum bisa diketahui secara pasti, begitu juga dengan obat anak hiperaktif. Namun beberapa pemicu terjadinya seorang anak menjadi hiperaktif salah satunya disebabkan karena faktor keturunan. Sebagian besar dari anak dengan masalah hiperaktif setidaknya pernah memiliki anggota keluarga yang pada masa kecil juga terindikasi sebagai anak hiperaktif.

Penyebab lain berasal dari masalah kesehatan sang ibu. Diduga, seorang ibu yang pernah menderita penyakit asma, eksim, migraine serta memiliki masalah dengan alergi pada saat mengandung berpotensi anak yang dilahirkannya nanti akan menjadi hiperaktif.

Terapi Perilaku Untuk Anak Hiperaktif


Anak dengan kelakuan hiperaktif kadangkala mereka ingin mendapatkan perhatian yang lebih dari orang-orang disekitarnya. Mereka biasanya selalu melakukan hal-hal yang tak terduga seperti berlarian kesana-kemari, berteriak-teriak sehingga menjadi pusat perhatian bagi teman-temannya. Mungkin kita sering kali mengaitkan jika anak hiperaktif adalah anak nakal yang perlu diwaspadai, namun demikian anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.

Terapi perilaku untuk anak hiperaktif tidak lain tidak bukan adalah dengan memberikan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekat mereka seperti keluarga, guru, dokter serta lingkungan yang menjadi tempat mereka berinteraksi.

Meskipun anak hiperaktif terkesan nakal dan sulit diatur, tetapi biasanya anak hiperaktif adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata. Namun demikian kebanyakan orang tua yang belum sepenuhnya bisa melihat potensi ini dengan baik.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif


Menurut psikolog Anak June Thompson, dalam sebuah bukunya yang berjudul "Toddler Care, Pedoman Merawat Balita" yang telah di translate oleh dokter Novita Jonathan, mengatakan jika ada anak yang berperilaku sangat aktif, bertindak gaduh atau menangis dengan keras, tidak bisa disamakan dengan anak hiperaktif. "Jika diumpamakan, ini sama halnya dengan seorang anak yang baru saja bangun tidur di pagi hari dan memiliki energi yang sangat besar," kata June, dalam bukunya.

Bukan hanya dalam keadaan yang tidak nyaman, ketika terlalu bahagia atau senang, sifat anak yang aktif juga akan muncul. Menurut Thompson, disaat keadaan seperti itu, akan ada semacam perasaan tertantang atau eforia yang membuat anak bergerak ke sana ke mari.

Karena itu sebagai orang tua, anda tak perlu merasa khawatir secara berlebihan jika melihat anak anda menjadi sangat aktif.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak hiperaktif :

1. Jangan terlalu mengekang anak

Pada saat tahap awal perkembangan anak, terutama saat anak mulai belajar berjalan merupakan usia anak sedang asyik-asyiknya bermain. Rasa penasaran anak sudah mulai besar untuk mengenal dan memahami sesuatu. Pada saat itu biarkan anak tumbuh dengan apa adanya dan jangan terlalu dikekang. Pada dasarnya anak akan merasa kurang nyaman bila orang tua terlalu mengekang.

Anak justru akan merasa gelisah dan akan melampiaskan dengan reaksi yang terlalu aktif. Mereka akan menunjukan reaksi yang bermacam-macam, mulai dari merengek, bergerak tanpa henti sampai menangis dengan keras. Meskipun demikian jangan lantas mencap anak sebagai anak yang hiperaktif.

2. Bersikap tegas tapi jangan marah

Saat anak anda mulai bergerak aktif kesana-kemari cobalah untuk memanggil namanya dengan lembut. Lalu tatap matanya dengan lembut sampai perhatiannya tertuju pada anda. Jika anak anda masih mengabaikan anda, cobalah alihkan perhatian misalnya dengan nama kartun favoritnya.

Kemudian cobalah untuk memberikan sugesti dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sudah berlebihan. Bilang juga bahwa apa yang ia lakukan tidak baik karena sudah mengganggu lingkungan sekitar. Misalnya saat anak membuat gaduh dengan berteriak teriak "Sayang jangan teriak-teriak ya, nanti si guguk (anjing tetangga) bangun loh entar kamu digigit."

3. Berusaha untuk dapat menepati janji

Anak-anak bisa saja meluapkan kemarahan yang disebabkan karena timbul perasaan frustrasi di dalam diri mereka. Salah satu penyebab yang memicu rasa marah karena mereka menemukan kenyataan atau fakta yang tidak sesuai dengan apa yang pernah diucapkan oleh orangtua mereka.

Hal ini menjadi catatan penting bagi orangtua untuk tidak memberikan janji-janji yang berlebihan kepada anak. Terlebih jika janji yang diucapan hanyalah janji palsu untuk sekedar menenangkan saat ia sedang ngambek.

3. Cari tahu penyebab perilaku hiperaktif 

Mungkin ada peristiwa tentang suatu hal atau keadaan yang jika itu terjadi maka akan memicu munculnya perilaku hiperaktif sang anak. Cobalah untuk mengingatnya kembali. Jika anda mampu menemukan penyebab yang bisa mempengaruhi tingkah laku hiper sang anak, hal ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah, khususnya ketika sang anak mulai meunjukan perilaku hiperaktif.

4. Berikan penjelasannya jika anda melarang mereka

Anak kecil terutama di masa-masa pertumbuhan, biasanya ia akan merengek terus menerus jika apa yang diinginkanya tidak segera dapat terwujud. Jika hal ini dibiarkan terus, anak akan berubah dengan membuat kegaduhan yang jauh lebih besar.

Hal ini sebetulnya wajar-wajar saja mengingat pada masa ini rasa keingin tahuan anak akan suatu hal, baik itu berupa barang, atau hal-hal baru lainya sangatlah besar. Ia masih berfokus pada dunianya sendiri, sehingga semua keinginan dan rasa penasarannya sebisa mungkin harus bisa dipenuhi saat itu juga.

Cobalah untuk memberikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ini sebagai salah satu cara berbicara yang baik kepada mereka. Hindari untuk menggunakan kata-kata kiasan atau analogi. Ikuti terus pertanyaannya sampai ia puas. Setelah itu mereka akan tenang dengan sendirinya.

5. Berikan tugas supaya mereka sibuk dalam mengerjakannya

Anda bisa mencoba cara ini yaitu dengan memberikan mereka tugas misalnya tugas untuk menulis beberapa huruf alphabet atau angka secara perlahan. Bisa juga dengan memerikan tugas untuk menggambar atau mewarnai sebuah objek, misalnya mobil, hewan atau hal lain. Hal itu bertujuan untuk mengalihkan pusat perhatian mereka agar mereka fokus pada suatu pekerjaan.

Ini merupakan cara mengatasi anak hiperaktif dalam belajar yang bagus, selain efektif cara ini sekaligus menjadi ajang untuk mereka belajar. Agar lebih menyenangkan anda bisa ikut berinteraksi, misalnya dengan mengkombinasikan antara belajar menghafal huruf sambil bernyanyi. Hal tersebut bertujuan supaya anak tidak mudah merasa bosan. Mengkombinasikan antara belajar dengan bermain pasti akan jauh lebih menyenangkan bukan.

Anak-anak sangat susah untuk diajak serius apalagi untuk belajar. Karena bagi seorang anak, dunia mereka adalah dunia bermain dan itu sudah menjadi suatu kebutuhan.

Dengan bermain, mereka bisa menemukan hal-hal baru. Oleh karena itu, dengan mengajaknya bermain maka secara tidak langsung anak sudah belajar dengan sendirinya.

Belum ada Komentar untuk "Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel