Begini Cara Mengadopsi Anak, Lengkap Dengan Persyaratan dan Prosedurnya


Bagaimana cara dan ketentuan mengadopsi anak? Apa saja persyaratan dan prosedur yang harus dijalankan serta kemana harus megurus perijinannya?

Setelah menikah, semua pasangan tentunya sangat mendambakan lahirnya buah hati di antara mereka. Kurang lengkap rasanya sebuah rumah tangga tanpa kehadran anak yang nantinya.

Namun demikian tidak semua pasangan suami istri mendapatkan keberuntungan. Buah hati yang diharapkan belum juga lahir dari hasil hubungan mereka. Ada yang masih tetap bertahan dan berihjtiar dengan segala cara namun tidak sedikit juga yang akhirnya memutuskan untuk mengadopsi atau mengangkat anak.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengadopsi Anak


Bila mengadopsi anak adalah jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan anak, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak.

1. Kesepakatan bersama

Pastikan bahwa keinginan atau niat mengadopsi anak adalah benar-benar hasil kesepakatan berdua antara pihak suami istri. Terima semua konsekuensi dan tanggung jawab atas anak yang nantinya akan di asuh.

Meskipun bukan anak yang lahir dari darah daging anda sendiri, anda layak untuk merasakan kebahagiaan bersama nya. Begitu juga dengan sang anak yang juga berhak mendapatkan hak-hak yang sama seperti layaknya anak kandung. Dalam hal ini untuk menafkahi, memberikan sandang, pangan dan papan serta pendidikan yang layak untuk mereka. Karena bagaimanapun masa depan mereka anda turut andil di dalamnya.

2. Dari mana anda akan mengadopsi anak

Mangadopsi anak bisa anda lakukan dengan jalan memperolehnya dari keluarga sendiri yang terdekat, biasanya dari anak saudara. Ada kalanya dari keluarga kita ada juga yang karena keterbatasan baik secara ekonomi atau hal-hal lain mereka merasa kerepotan dalam membesarkan anak mereka yang jumlahnya banyak.

Jika adopsi anak berasal dari keluarga sendiri, prosesnya jauh lebih mudah dan anda tidak perlu khawatir karena memang sudah saling mengetahui satu sama lain. Hanya butuh kesepakatan dari pihak internal keluarga.

Namun,dengan semakin berkembangnya masyarakat, maka anak adopsi saat ini bisa kita dapatkan dari lembaga atau yayasan, seperti misalnya dari panti asuhan. Jika memang demikian maka harus ada beberapa tahapan prosedur yang harus dilewati.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu Anda ketahui jika Anda mau mengangkat atau mengadopsi anak dari panti asuhan atau yayasan.

Pihak yang Mengajukan Adopsi

1. Pasangan suami istri

Syarat mendapatkan izin : orang tua yang berstatus kawin, kurang lebih sudah menikah 5 tahun.

Berlaku bagi anak yang berada dalam asuhan organisasi sosial.

(ketentuan menurut Keputusan Menteri Sosial RI No. 41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak)

2. Orang tua tunggal

- Syarat yang boleh mengadopsi atau mengangkat anak

Yang boleh mengadopsi atau mengangkat anak adalah orang-orang Tionghoa yang terikat perkawinan, dan seorang duda / janda (yang pernah terikat perkawinan).

Bagi Janda yang ditinggal mati suaminya dan terdapat wasiat dari suami yang tidak mengiinginkan untuk mengadopsi anak, maka janda tersebut tidak bisa melakukan adopsi anak.

Pengangkatan anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan harus dilakukan di depan Akte Notaris (memiliki kekuatan hokum).

(ketentuan menurut : Staatblaad 1917 No. 129)

- Orang tua kandung dan calon orang tua angkat dapat melakukan proses adposi secara private (internal).

Seorang WNI yang tidak terikat dalam perkawinan sah /belum menikah (single parent adoption) juga dapat melakukan pengangkatan anak /adopsi anak (ketentuan menurut : Surat Edaran Mahkamah Agung No.6 Tahun 1983)

Tata Cara Melakukan Adopsi


Jika anda berniat mengadopsi atau mengangkat anak, terlebih dahulu anda harus mengajukan permohonan pegesahan/pengangkatan kepada Pengadilan Negeri, secara lisan atau tertulis diajukan ke panitera.

Permohonan tersebut harus ditandatangani oleh pemohon sendiri atau kuasanya dengan dibubuhi materai dan dialamatkan kepada Ketua Pengadilan Negeri, sesuai daerah domisili anak yang akan diangkat/adopsi. (ketentuan menurut : Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.6/83 yang mengatur tentang cara mengadopsi anak)

Isi permohonan Adopsi

Isi permohonan adopsi yang akan di ajukan antara lain;

1. Motivasi mengangkat anak

Motivasi dalam mengadopsi anak yang semata-mata berkaitan atau demi menyangkut masa depan sang anak tersebut.

2. Penggambaran perihal kemungkinan kehidupan anak tersebut di masa yang akan datang.

Ini lebih berisi tentang rencana apa yang akan anda lakukan terhadap anak yang akan diadopsi, biasanya menyangkut tentang jenjang pendidikan yang akan ia peroleh.

Dalam setiap proses pemeriksaan, harus membawa dua orang saksi yang mengetahui seluk beluk pengangkatan anak tersebut.

Dua orang saksi itu harus pula orang yang mengetahui betul tentang kondisi calon orang tua angkat (baik moril maupun materil) dan memastikan bahwa calon orang tua angkat akan betul- betul memelihara anak tersebut dengan baik.

Hal yang dilarang dalam permohonan adopsi


1. Menambah permohonan lain selain pengesahan atau pengangkatan anak.

Tidak diperbolehkan adanya permohonan lain atau permintaan selain pengesahan pengangkatan anak.

2. Pernyataan bahwa anak tersebut juga akan menjadi ahli waris dari pemohon.

Mengapa hal tersebut bisa dilarang ? Karena putusan yang dimintakan kepada Pengadilan harus bersifat tunggal, tidak boleh ada permohonan lain dan hanya berisi tentang penetapan anak tersebut sebagai anak angkat dari pemohon, atau berisi pengesahan saja.

Mengingat bahwa Pengadilan akan mempertimbangkan permohonan Anda (calon orang tua angkat), maka Anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk pula mempersiapkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kemampuan finansial atau ekonomi anda.

Bukti-bukti tersebut bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada majelis hakim tentang kemampuan Anda dan kemungkinan masa depan anak tersebut. Bukti tersebut biasanya merupakan bukti penghasilan yang dapat berupa slip gaji, Surat Kepemilikan Rumah, deposito dan sebagainya.

Pencatatan di Kantor Catatan Sipil

Setelah berkas permohonan Anda pada akhirnya dapat disetujui oleh pihak Pengadilan, Anda akan menerima salinan Keputusan Pengadilan mengenai pengadopsian anak. Salinan yang Anda peroleh ini harus Anda bawa ke kantor Catatan Sipil untuk menambahkan keterangan dalam akte kelahirannya.

Dalam akte tersebut nantinya akan dinyatakan dan tertulis bahwa anak tersebut telah diadopsi dan didalam tambahan itu disebutkan pula nama Anda sebagai orang tua angkatnya.

Belum ada Komentar untuk "Begini Cara Mengadopsi Anak, Lengkap Dengan Persyaratan dan Prosedurnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel